dickykhincai

Thursday, July 27, 2006

ORANG KATAI

Cerita tentang keberadaan manusia pigmi alias katai telah meramaikan dunia sejak dulu. Tak sebatas kisah Paju, manusia hutan yang tingginya hanya satu meter yang hidup di Liang Bua, sebuah goa besar di kaki bukit kapur di Pulau Flores, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dan diyakini oleh warga Dusun Rampasasa sebagai nenek moyang mereka. Kisah serupa tersebar pula di berbagai belahan dunia lain.



Istilah pigmi sendiri konon berasal dari kata Yunani, pygmaios atau fist sized (sekepalan tangan) yang merupakan manusia kerdil dalam mitologi Yunani. Pygmalion, manusia kerdil itu, digambarkan buruk rupa dan sulit mendapatkan pasangan. Dengan kepandaiannya, dia lalu memahat patung seorang perempuan cantik dari bahan marmer putih terbaik dari sebuah pulau di Paros. Belakangan dia malah jatuh cinta pada patung tersebut dan meminta para dewa agar mengasihaninya dengan menghidupkan patung tadi. Patung itu pun dihidupkan oleh para dewa, tetapi ironisnya ia tidak tertarik pada manusia kerdil tersebut.



Tidak sekadar mitos, di benua hitam Afrika populasi pigmi Mbuti di tengah hutan hujan Ituri di Kongo pernah diteliti oleh antropolog kelahiran Skotlandia, Colin Turnbull, pada tahun 1962 (The Forest People). Komunitas tersebut digambarkan masih menjalani kehidupan berpindah-pindah, berburu, dan mengumpulkan makanan. Namun, mereka mampu berinteraksi dengan tetangganya yang tidak katai dan sudah bercocok tanam. Di kawasan Asia juga pernah dikabarkan keberadaan manusia katai, sebutlah seperti di Andaman dan di Filipina dengan kabar adanya kaum Agta.



Manusia Kerinci



Dongeng serupa tetapi tak sama juga beredar di wilayah Kerinci, di Jambi. Awal tahun 2005 beredar kabar tertangkapnya manusia kerdil—populer dengan sebutan ”Manusia Sedepa”—dalam keadaan hidup di belantara hutan Kerinci. Penangkapnya peneliti sekaligus jurnalis dari Rusia.



Ciri-ciri fisik ”Manusia Sedepa” itu antara lain bertinggi badan kurang dari satu meter, tidak berkumis, dan tanpa pakaian. Namun, ”Manusia Sedepa” itu langsung meninggal saat ditangkap karena shock.



Ada dugaan ”Manusia Sedepa” tersebut bersembunyi di belantara Kerinci selama ribuan tahun. Sejauh ini, belum diketahui nasib jasad ”Manusia Sedepa” yang diperkirakan masih berada di tangan jurnalis Rusia itu.



Selain kisah Paju, di Flores juga ada cerita seputar orang katai lainnya. Sekitar 180 kilometer dari Dusun Rampasasa, tepatnya di Kampung Rowa, Kecamatan Boawae, Bajawa, Flores, juga terdapat kisah turun-temurun tentang Ebu Gogo yang tingginya satu meter, berkulit hitam, dan badannya dipenuhi bulu.



Nicholas Betu (70), salah satu warga senior di kampung tersebut, mengungkapkan bahwa Ebu Gogo tinggal di sebuah goa di tebing tinggi.



”Setiap kali warga mengadakan acara adat, Ebu Gogo selalu ikut serta. Akan tetapi mereka makan begitu rakusnya. Piring, gelas tempurung, dan cangkir dari bambu habis ditelan. Ebu juga suka mencuri hasil bumi seperti singkong. Ebu Gogo itu artinya nenek yang memakan segalanya,” katanya.



Warga yang sudah tidak tahan dengan sikap Ebu Gogo kemudian berkumpul mencari cara membinasakannya. Mereka lalu mendatangi tebing goa tempat Ebu Gogo berada dan mengiminginya dengan 300 helai ijuk enau untuk menghangatkan diri.



Dari bawah tebing, helaian ijuk enau tersebut satu per satu dinaikkan ke goa Ebu Gogo. Hanya saja dalam helaian terakhir disulut pula api yang kemudian menjalar ke dalam goa. Sebagian besar dari komunitas tersebut kemudian binasa, kecuali sepasang Ebu Gogo yang kabur dan tetap menyimpan misteri, seperti juga sebagian besar kisah manusia katai dan kerdil lainnya.

 

FESTIVAL MASYARAKAT PEDULI DANAU KERINCI

Masyarakat Sakti Alam Kerinci secara geografis mendiami enclave terbesar di dunia dengan kandungan nilai budaya yang luhur dan universal dan dapat dijadikan salah satu sumber dalam memperkaya khasanah kepariwisataan Kabupaten Kerinci khususnya dan Indonesia pada umumnya.



Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci adalah merupakan event penting dalam upaya memajukan pembangunan kepariwisataan secara khusus.



Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci ini merupakan kelanjutan festival sebelumnya dan merupakan Calender of Event dari Pariwisata Propinsi Jambi yang dilaksanakan setiap tahun berlokasi sebagian besar di danau Kerinci, kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci.



Dengan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci yang dilaksanakan setiap tahun ini diharapkan nilai-nilai luhur yang hidup dan berkembang di Kabupaten Kerinci dapat dilestarikan secara terpadu untuk memberikan kondisi yang kondusif dalam pariwisata di masa mendatang, yang selanjutnya akan menjadi sendi Pembangunan Kabupaten Kerinci yang berlandaskan adat dan budaya serta agama Islam sebagai pedoman hidupnya.




Secara Nasional Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci merupakan salah satu gerakan dalam upaya mendukung dan memelihara serta membina adat istiadat dan budaya bangsa seiring dengan kebersamaan dalam Pembangunan Kepariwisataan sementara dalam lingkup regional festival ini. (Sumber peta: Balai TNKS)




ASYIEK AYUN LUCI

Asyiek Ayun Luci khususnya dilaksanakan pada satu kali panen padi dalam satu tahun yaitu pada saat padi sedang mengeluarkan buah ,tujuannya adalah menolak bala seperti tikus, burung, dan hama babi yang merusak tanaman padi. Peralatan yang digunakan pada Asyiek Ayun Luci mini adalah berasal dari hutan dengan sajian, bunga-bungaan, buah-buahan dan daun-daunan.



TARI RANGGUK

Tari Rangguk ini merupakan tarian spesifik Kerinci yang populer, tarian ini umumnya ditarikan oleh beberapa orang gadis remaja sambil sambil memukul rebana kecil, tarian ini diiringi dengan nyanyian sambil mengangguk-anggukan kepala seakan memberikan hormat.Tari Rangguk dilakukan pada acara–acara tertentu seperti menerima kedatangan Depati (tokoh adat Kerinci), tamu dan para pembesar dari luar daerah.


SIKE REBANA

Kesenian ini perpaduan tiga buah seni yaitu seni vokal, seni gerak (tari) dan seni musik. Seni vokal (nyanyian ), yang dinyanyikan merupakan puji-pujian terhadap Yang Khalik Pencipta Alam Semesta (Allah SWT) dan rasul-rasulnya. Irama nyanyian Sike Rebana ini kadang-kadang diolah dalam irama Tale (nyanyian khas Kerinci). Rebana Besar selain sebagai properti dalam gerak juga berfungsi sebagai musik iringan.Tingkahan rebana yang dipukul oleh Pesike, menambah semaraknya seni ini.


TARI TAUH

Tarian ini merupakan tarian khas Daerah Lekuk 50 Tumbi Lempur Kecamatan Gunung Raya, biasanya diselenggarakan pada saat upacara adat seperti Kenduri Sko (gelar pusako) dan juga untuk penyambutan tamu kehormatan. Tari ini ditarikan secara berpasang-pasangan di lapangan terbuka (pentas arena). Gerakannya terlahir secara spontanitas mengikuti iringan musik Dab (rebana besar ), gong dan musik vokal Mantau. Mantau ini adalah nyanyian klasik Kerinci yang mengisahkan kehidupan masyarakat desa, percintaan, adat istiadat, dan lain-lain. Kostum yang dikenakan Baju Bludru Hitam atau coklat dengan hiasan kepala Khuluk.


TARI MASSAL

Tarian ini ditata sedemikian rupa khusus dipagelarkan untuk acara-acara helatan besar seperti Festival Danau Kerinci. Tari ini ditata dengan konfigurasi menggambarkan keadaan geografis Kerinci yang berbentuk kawah (landai). Gerak yang ditarikan merupakan gerak–gerak tari tradisional Kerinci seperti Tari Rangguk dan Tari Iyo-Iyo.

TARI RAILALAH

Tari ini merupakan tari kreasi baru yang diangkat dari tari tradisional Daerah Kerinci, yaitu Tari Rangguk. Tari Railalah, tari yang bernapaskan Islam ditarikan Bujang dan Gadis (berpasang-pasangan ) dengan menggunakan Rafaai’i (indang) sebagai properti.

MANGKUK BADATEENG

Gadih Kincai (Gadis Kerinci) tampil membawakan Tari Mangkuk Badateeng. Tari ini bernuansa Islam. Dalam penampilan tari ini, seluruh penari dilengkapi dengan sebuah mangkuk putih, berpakaian baju kurung, songket dan pakai tutup kepala. Mangkuk Putih tersebut berisikan kembang 7 warna, dan tari ini ditampilkan pada upacara Turun Mandi Bayi, wujudnya mohon keselamatan bayi agar tumbuh dan berkembang ditengah keluarga dan masyarakat, dapat berbakti pada kedua orangtua, dan dapat menjalankan perintah agama.


UPACARA PENOBATAN GELAR ADAT DI ENAM LUHAH SUNGAI PENUH

Upacara adat di Enam Luhah Sungai Penuh identik dengan upacara Kenduri Sko. Kenduri besar ini diadakan untuk perayaan gelar adat yang diberikan oleh masyarakat Sungai Penuh kepada seseorang yang dianggap sudah memenuhi syarat untuk menyandang gelar Depati atau Permeti di Enam Luhah Sungai Penuh. Dalan acara Kenduri Sko ini yang unik adalah undangannya tidak berupa ucapan atau surat melainkan sebuah bendera yang disebut Keramantang yang tinggi tiang bambunya bisa mencapi 25 meter. Jadi siapa saja yang melihat bendera adat itu berkibar dan terbentang maka hal itu sudah merupakan suatu undangan bagi masyarakat mana saja yang malihatnya. Apabila di hari puncak acara Kenduri Sko telah tiba semua pusaka dari masing-masing luhah dikeluarkan untuk penobatan para datuk, rio, mangku, depati dan ngabih serta semua tamu undangan dari berbagai penjuru telah datang maka mereka mengadakan makan bersama ditiap-tiap rumah penduduk desa tersebut yang mana hidangan sudah tersedia dan tiap tamu akan mendapat sebuah lemang (makanan khas Kerinci).



TULAK BLA

Oi.....Salih Gadih dinganBujang. Ini sirih dingan Pinang.Bungo tujuh warno. Kami nak Batulak Bla. Tulak kulaut dingan ujo.

Inilah sepenggal mantera yang dinyanyikan (nyaho) dalam Upacara Tulak Bla. Upacara yang masih dipengaruhi oleh kepercayaan animisme dan dinamisme, bertujuan untuk menolak bencana alam misalnya musim kemarau panjang, musim hujan yang berkepanjangan, gempa bumi, dan lain-lain. upacara ini disajikan dengan berbagai persyaratan dan aktifitas. Salah satu akitfitas yang dilakukan dalam upacara ini adalah pengelilingan kampung (bersih desa) yaitu penyodokan rumah-rumah agar setan yang bersembunyi pergi dari rumah dan desa. Upacara ini dipimpin oleh enam orang Belian (pawang). Keenam belian ini dipimpin oleh satu belian (Belian Tuo).


LOMBA BIDUK HIAS

Peserta lomba Biduk Hias yang diikuti oleh peserta dari 11 kecamatan dan swasta ikut menyemarakan acara Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci. Perlombaan biduk hias ini telah menjadi agenda tetap pada upacara Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci setiap tahun.


MAHLIGAI KACO

Mahligai Kaco merupakan jenis tarian asyiek yang digelarkan pada upacara Kenduri Sko, penyambutan tamu, menghuni rumah baru dan pengobatan penyakit. Disini kekuatan-kekuatan nenek moyang dipanggil lewat ekspresi tari, lagu, sajian sehingga secara keseluruhan gelar bermuatan magis. Dimana penari dapat menginjak kaca, keris, dan bambu runcing tanpa cidera. Bait-bait syairnya merupakan mantera nyaho yang menyeru antara lain Salih Kuning Layang Rabiah, Salih Bujang Layang Keramat dan sebagainya. Tari ini masih eksis ditengah masyarakat umum.


SERULING BAMBU

Atraksi penampilan kelompok Seruling Bambu yang terdiri dari kelompok Seruling Bambu se-Kabupaten Kerinci, menyemarakkan pembukaan dan penutupan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci. Seruling Bambu sebuah musik tradisional yang alat-alat musiknya dominan seruling yang terbuat dari bambu yang sudah dikeringkan dan perpaduan gendang dan car. Pada atraksi kali ini dibawakan secara massal dan sudah menjadi agenda tetap pada setiap pelaksanaan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci, selalu diadakan lomba yang pesertanya utusan dari organisasi kesenian serta utusan dari kecamatan.











 

TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT

Apabila anda baru pertama kali merencanakan perjalanan di alam bebas ke Asia Tenggara sangat disarankan untuk memadukan kunjungan ke Taman Nasional Taman Negara Malaysia dan Taman Nasional Kerinci Seblat Indonesia. Paduan ini menawarkan kesempatan untuk melihat kisaran yang lengkap dari tipe hutan hujan yang berbeda di Paparan Sunda — habitat yang paling beragam secara biologis di bumi. Para pengamat primata dapat berharap melihat sebelas atau lebih jenis gibon, lutung dan monyet ekor panjang dengan mengunjungi kedua taman nasional ini. Bagi para pengamat burung ini merupakan perpadua yang hebat. Taman Negara menawarkan jalan yang mudah ke fauna hutan hujan dataran rendah dan jenis-jenis langka dari burung madi, burung-burung pelanduk, cucak hutan dan rangkong gading. Kerinci juga menawarkan jalan yang baik sekali ke avifauna hutan hujan pegunungan dan perbukitan dan daya tarik tambahan jenis-jenis endemik Sumatera seperti Paok Schneideri dan Paok Topi Hitam, Sempidan Sumatera/Abang pipi dan Kuau kerdil Sumatera serta si pemalu Ciung Mungkal Sumatera. Fauna mamalia besar — kucing, tapir, beruang madu/damar dan gajah — di kedua taman nasional hampir sama, tetapi di Kerinci ada kesempatan yang lebih baik melihat harimau dan kucing emas. Beberapa orang yang beruntung dapat juga melihat Kelinci Kerinci yang endemik dan paling sedikit tiga wisatawan sejauh ini telah melihat Orang Pendek!
Cerita tentang Orang Pendek
Orang Pendek adalah misteri sejarah alam terbesar di Asia; ahli binatang telah mendaftarkan laporan kera misterius di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat lebih dari 150 tahun. Sampai hari ini, binatang yang di Kerinci dikenal sebagai "uhang pandak", tetapi juga karena variasi yang membingungkan dari nama dialek setempat, sampai sekarang masih belum teridentifikasi oleh ilmuwan.

Mudah untuk mengusulkan bahwa orang pendek adalah populasi langka orangutan yang penyebarannya berkisar di selatan habitat normal orangutan Sumatera (yang meluas hanya sampai selatan Danau Toba). Tetapi ada satu masalah, sementara orangutan Sumatera adalah jenis yang paling arboreal dari semua kera besar, hampir semua penglihatan tentang orang pendek adalah kera di atas tanah, Bahkan semua laporan orang yang melihat menyatakan binatang tersebut berjalan dengan dua kaki.

Selama tiga tahun terakhir, tiga peneliti dari Fauna & Flora International telah menjelajah hutan dengan harapan menemukan bukti tentang orang pendek. Mereka telah memasang kamera trapping di wilayah hutan yang kemungkinan besar orang pendek pernah terlihat atau di tempat di mana masyarakat setempat melaporkan pernah melihatnya. Sejauh ini gambar yang akan membuat berita dunia telah terbukti sukar diperoleh dan kejadian terlihatnya orang pendek yang dilaporkan semakin jarang. Para ahli juga khawatir mengenai keberadaan orang pendek, yang mungkin berada di ambang kepunahan. Walaupun para fotografer belum mendapat gambar orang pendek, mereka telah mendapatkan gambar banyak binatang lain dan sangat meningkatkan pengetahuan kita tentang taman nasional. Lihat bagian Flora dan Fauna untuk beberapa hasil terbaik pengambilan gambar dengan kamera trap.
Mengamati Burung
Tidak hanya karena banyaknya binatang langka dan hampir punah serta tanaman atau pohon yang unik yang membuat Taman Nasional Kerinci Seblat terkenal. Di kalangan pengamat burung taman nasional ini dikenal secara internasional sebagai tempat untuk melihat banyak dari 610 (Kukila Vol. 11, Nov. 2000) jenis burung yang tercatat di Sumatera dan burung-burung endemik kepulauan utama.

Lebih dari 360 jenis burung yang berbeda telah dicatat di hanya bagian utara Kerinci — belum termasuk kekayaan jenis hutan-hutan perbukitan dataran rendah Propinsi Bengkulu, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Namun pencatatan ini sebagian besar bersumber dari tempat yang lebih tinggi, khususnya pada lereng gunung seperti Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh, di mana burung-burung endemik Sumatera terbanyak ditemukan (umumnya pada ketinggian di atas 1000 m).

Tidak ada daftar burung yang lengkap dan pasti untuk hutan Taman Nasional Kerinci Seblat dan burung-burung yang belum tercatat sebelumnya terus terlihat. Sempidan Sumatera/Abang pipi dan Paok Schneideri adalah kedua burung yang ditemukan kembali pada akhir 1980-an. Lebih sering lagi, Ciung Mungkal Sumatera (1994) dan Paok sistau (1996) masuk daftar burung taman nasional jenis kedua telah lebih dari seabad menghilang dari daftar burung Sumatera. Pengamat burung yang andal, berharap menemukan kembali Tokhtor Sunda di dalam taman nasional. Jenis ini hanya dikenal dari spesimen di museum, terakhir didata tahun 1912. Harapan bahwa Tokhtor sungguh-sungguh ada dalam taman nasional meningkat pada tahun 1998 saat dua pemburu secara terpisah menggambarkan seekor burung cocok dengan gambaran dan kebiasaan Tokhtor. Pengamat burung yang mengunjungi Kerinci kemungkinan akan dapat memberikan kontribusi yang menarik pada ornitologi, dan juga tambahan pengetahuan tentang taman nasional.

Campuran jenis-jenis burung berubah menurut ketinggian dan habitat — kisaran burung yang agak berbeda akan ditemui di lahan pertanian dibandingkan dengan di hutan. Untuk pemula, tempat yang baik untuk memulai pengamatan burung adalah berjalan berkeliling sawah di Sungai Penuh — di mana bondol, bubut, alang-alang kuntul, mandar ungu semua dapat dilihat.

Untuk mendapatkan gambar yang lengkap dari kekayaan kehidupan burung taman nasional, pengunjung harus mencoba melakukan pengamatan di berbagai ketinggian — kelompok jenis utama terdapat kira-kira pada titik-titik berikut: 100-500 m dpl, 600-1200 m, 1300-2500 m atau lebih.

Tempat paling terkenal untuk melihat janis-jenis khusus taman nasional adalah di jalan setapak ke atas Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh. Mengamati burung dari jalan Muara Sako juga terkenal. Informasi terkini jenis-jenis utama yang pernah terlihat dapat ditemukan di buku catatan penganat burung di Losmen Subandi di Kersik Tuo.

Paok Schneider dan Kuau Kerdil Sumatera adalah yang paling umum terlihat pada lereng yang lebih rendah dari Gunung Kerinci — antara 500 m dari jalan masuk dan 200 m sampai sisi lain Shelter 1. Ciung Mungkal Sumatera telah terlihat beberapa kali sepanjang jalan setapak dekat Shelter 2.

Tempat terbaik untuk melihat paok langka taman nasional lainnya — Paok Topi-hitam (Pitta venusta) — adalah sepanjang jalan di bawah Bukit Tapan, di jalan ke Tapan (dan Muara Sako) di ketinggian sekitar 900 m. Suaranya mirip dengan Paok Delima tetapi sedikit lebih pendek nadanya. Amati lereng curam di sepanjang sungai-sungai kecil. Penjelasan yang lengkap tentang tempat jenis ini telah terlihat dalam buku catatan Pak Subandi.

Burung dapat diidentifikasi menggunakan panduan lapangan lengkap Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalmantan oleh John MacKinnon, Karen Phillipps dan Bas van Balen, diterbitkan oleh Birdlife dan LIPI. Panduan lapangan ini diterbitkan baik dalam bahasa Inggris maupun Indonesia. Versi bahasa Inggris tidak tersedia di Indonesia, jadi belilah sebelum anda datang. Panduan "Periplus Travel" Birding Indonesia oleh Paul Jepson menyediakan informasi lebih lanjut dan saran-saran perjalanan untuk mengamati burung di Kerinci dan di 100 tempat mengamati burung utama lainnya di Indonesia. Buku ini pasti tersedia di hampir semua bandara dan toko buku hotel di Indonesia. Sumber informasi berguna lainnya untuk mengamati burung dan konservasi burung untuk kawasan ini adalah web-site dari Oriental Bird Club dan BirdLife International Indonesia Programme.

Kiat mengamati burung:
Jika anda ingin memastikan (jika ini mungkin) melihat jenis utama, rencanakan berada selama 7 hari di taman nasional.
Kenakan pakaian berwarna gelap atau suram. Hal yang sama diterapkan bagi semua pemandu.
Hujan biasa terjadi di sore hari. Beberapa pengamat burung lebih suka payung daripada jas hujan karena tidak menimbulkan berisik saat berjalan dan menjaga buku catatan tetap kering. Bawalah tas tahan air untuk menjaga peralatan, buku dan buku catatan agar tetap kering.
Teropong dengan jarak pandang sedang (contoh: 8X30) adalah yang terbaik untuk mengamati burung hutan hujan. Jarak pandang yang lebih besar mengurangi luas pandangan dan membuatnya sulit menjaga pandangan terhadap burung di hutan yang lebat.
Bawalah buku panduan yang bagus untuk identifikasi. Yang terbaik adalah Birds of Sumatera, Borneo, Java and Bali oleh MacKinnon, Phillipps dan van Balen. Puslitbang Biologi - LIPI. 1998.
Banyak burung kecil pindah di "pesta" makan jenis-jenis campuran. Berjalan pelan dan siaga melalui hutan adalah cara terbaik untuk mengamati jenis-jenis ini. Untuk yang lebih langka, burung-burung tanah endemik (contoh: paok dan kuau/sempidan) dapat ditemukan di jalan setapak hutan, adalah lebih baik berjalan cepat dan tenang.
Walaupun taman nasional luar biasa kaya akan jenis, jangan berharap melihat semuanya dalam sehari! Sangatlah sulit melihat burung-burung dalam hutan hujan yang lebat.
Pemandu setempat sering amat mengenali burung-burung yang lebih menyolok serta bisa memberi nilai tambah dalam memilih daerah di mana burung-burung dapat ditemukan. Walau demikian, mungkin perlu bagi anda untuk menjelaskan bahwa mereka harus tetap tenang, tidak merokok dan membiarkan anda berjalan di depan!
Anda dapat membantu taman nasional dengan membuat catatan penglihatan burung-burung dan melaporkan semua hal yang langka dan tidak biasa kepada kantor taman nasional atau perkumpulan pengamat burung.
Bekas jalan pembalakan, lembah sungai terbuka dan lahan pertanian di pinggir hutan dapat memberikan ruang pandang untuk melihat burung-burung tajuk.
Mengamati Mamalia
Dengan kawasan hutan di ketingian dari dekat permukaan laut sampai lebuh dari 3000 m, hidupan liar di Kerinci Seblat adalah salah satu tempat yang paling kaya dan bervariasi di Asia, dan taman nasional ini secara pasti adalah salah satu dari suaka hidupan liar terpenting di dunia.



Sangat susah untuk melihat langsung mamalia besar di hutan tropis, kecuali jejaknya
yang sering kita lihat di jalan setapak di hutan. Gambar di atas memperlihatkan Kucing
Emas berjalan ke arah kanan sedangkan Musang berjalan ke arah kiri.

Di hutan ini di mana si pemalu, badak Sumatera bercula dua masih mengembara, di mana harimau mengawasi malam serta lolongan dan sautan siamang membuat hutan menjadi pengalaman tak terlupakan.

Di sini masih mungkin untuk mengamati gajah dan tapir Sumatera liar, macan dahan dan bajing terbang serta mungkin dengan keberuntungan dan kesabaran, anda dapat melihat binatang yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia, seperti kelinci Kerinci.

Jumlah jenis binatang yang ada tercatat di Kerinci Seblat — sekarang jumlah jenisnya lebih dari 43 — lebih besar dari taman nasional lain yang ada di Sumatera — dan termasuk banyak jenis dilindungi dan terancam punah. Jumlah yang besar ini tidak mencakup hitungan banyak sub-jenis yang dikenal ada di hutan tersebut, seperti bajing dan tikus pohon atau tikus hutan.

Penemuan-penemuan baru masih berlangsung — dan tetap akan terjadi. Macan kumbang berwarna hitam difoto pertama kalinya pada tahun 1996 di taman nasional, akhirnya memperkuat laporan setempat tentang seekor macan hitam. Taman Nasional Kerinci Seblat bangga dengan misteri sejarah alam yang paling lama dan terbesar, yaitu adanya makhluk mirip kera yang dikenal secara lokal sebagai orang pendek.

Namun jangan mengharapkan untuk melihat binatang dan burung dengan sama mudahnya seperti di taman safari Afrika Timur. Di sini anda akan perlu berusaha melihat binatang dan mengembangkan serta memperbaiki keahlian lapangan anda. Ini yang membuat hutan tersebut akan sangat bermanfaat. Carilah jejak-jejak dan pelajari bagaimana mengidentifikasinya dari panduan anda. Membuat cetakan gips jejak kaki yang ditemukan di taman nasional dapat menjadi suvenir yang sangat istimewa.

Jenis binatang — dan jumlahnya — bervariasi menurut ketinggian dan tipe-tipe hutan. Kisaran hutan antara 500 m dan 1000 m kemungkinan yang terkaya, dengan jumlah jenis secara perlahan mulai turun pada ketinggian di atas 1200 m.

Walaupun begitu, kebanyakan binatang di taman nasional yang paling menarik perhatian, dapat dijumpai di ketinggian lebih tinggi — paling tidak kambing hutan yang sangat langka, seekor rusa kambing yang mendiami puncak taman nasional yang lebih tinggi atau yang lebih tidak dapat dijangkau. Beberapa hari berkemah di hutan di atas Gunung Tujuh (1905 m) misalnya, dapat memberi kesempatan untuk melihat harimau Sumatera, kucing emas/harimau kijang, tapir, gerombolan lutung (simpai), beruk dan siamang di pegunungan yang langka.

Sekarang belum ada panduan khusus untuk mamalia Sumatera, tetapi panduan lapangan untuk mamalia Kalimantan oleh Junaidi Payne dan Karen Phillipps meliputi sejumlah besar jenis dan menggambarkan jejak kelompok-kelompok utama. Buku ini tidak dijual di Indonesia, jadi belilah sebelum anda datang.

Kiat-kiat mengamati satwa :
Tetap tenang! Jangan bicara atau merokok, bau rokok menjalar jauh di udara hutan yang bersih .
Kenakan pakaian berwarna suram/redup (hijau, hitam, coklat) dan hindari menggunakan warna putih atau kuning.
Banyak binatang menyusuri punggung bukit untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan puncak bukit adalah tempat yang baik untuk hanya duduk dan mengamati. Ingat bahwa berjalan saja melalui hutan dapat menimbulkan kegaduhan. Cari titik penjelajahan di sungai atas kali dan temukan titik pengamatan tersembunyi di atasnya.
Bersabarlah — kerapatan binatang di hutan hujan tropis cukup rendah dan cerita masyarakat setempat tentang banyak tapir atau banyak harimau biasanya berarti hanya satu, binatang yang sering berpindah-pindah.
Untuk melihat binatang yang sangat langka atau pemalu seperti harimau atau badak dapat menghabiskan beberapa minggu — atau hanya beberapa jam — gunakan saran-saran masyarakat setempat dan seorang pemandu berpengalaman serta pergilah dengan berharap, bukan dengan kepastian untuk melihatnya.
Diskusikan apa yang anda ingin lihat dengan penjelajah taman nasional. Binatang yang mungkin langka atau tidak ada di satu bagian taman nasional mungkin sering agak mudah terlihat di wilayah lain.
Untuk melihat Daftar Jenis-jenis Mamalia di TNKS dapat Klik di Daftar Mamalia
Mendaki Gunung Kerinci
Pengunjung dari seluruh penjuru dunia datang untuk mendaki Gunung Kerinci. Satu dari empat pendakian besar di Asia Tenggara — lainnya adalah Kinabalu (Sabah), Merapi (Jawa) dan Puncak Jaya/Gunung Carstenz (Irian jaya). Dari semua kelebihan secara statistik, Kerinci adalah gunung gunung berapi tertinggi di Indonesia, gunung tertinggi di Sumatera dan gunung tertinggi kedua Indonesia. Pemandangan di puncaknya sangat mengagumkan. Ke arah barat anda dapat melihat desa-desa pesisir di Inderapura dan Painan serta Samudera Indonesia. Ke selatan di senja yang sejuk, lampu-lampu dari desa-desa di lembah Kerinci 3000 m di bawahnya merupakan satu-satunya tanda manusia di bentang alam yang dramatis. Ke timur tidak ada gangguan pemandangan melintasi sisa terakhir lansekap hutan hujan alam Sumatera.



Perjalanan menuju puncak Gunung Kerinci menarik perhatian
sejumlah pendaki dari luar dan dalam negeri.

Hanya terdapat 1 jalan menuju puncak Gunung Kerinci, tetapi ada 3 pilihan cara mendaki :

1) Mulai mendaki dari pagi hari ke arah lokasi menginap dengan ketinggian 2.500 atau 3.000 m. Dan melanjutkan pendakian ke puncak pagi harinya.

2) Berangkat dari Kersik Tuo pada malam hari (jam 22.00) dan berjalan terus ke arah puncak. Pada pagi harinya anda bisa menikmati matahari terbit menjelang sampai di puncak.

3) Atau memilih cara yang paling atletis dengan naik dan turun dalam 1 hari. Untuk ini harus berangakat dari Kersik Tuo pada jam 5 pagi dan pulang kembali ke Kersik Tuo pada pukul 6 sore. Cara ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang sangat percaya diri terhadap kekuatan fisiknya dan tidak memperdulikan matahari terbit.

Pilihan yang paling bagus adalah pilihan perjalanan kedua dengan 2 hari perjalanan membawa tenda atau plastik, pakaian ganti untuk tidur dan banyak air minum. Sangat berbahaya apabila kita mendaki tanpa peralatan yang cukup, karena itu akan sangat membahayakan keselamatan diri anda.

JANGAN MEMAKSAKAN MENDAKI KE PUNCAK APABILA CUACA TERTUTUP KABUT ATAU AKTIVITAS GUNUNG SEDANG MENINGKAT
Trekking
Trekking dan berjalan di taman nasional merupaka hal yang menyenangkan untuk berrekreasi. Sebelumnya masyarakat setempat telah berjalan antar desa-desa dari generasi ke generasi. Jalur-jalur perdagangan kuno, beberapa masih digunakan, yang saat ini membuat pengunjung dapat mengalami keajaiban di kedalaman hutan.

Berjalan di taman nasional berkisar dari jalan-jalan ringan sehari sampai trekking selama seminggu yang memerlukan perencanaan matang dan kondisi tubuh yang prima. Petugas taman nasional dan masyarakat setempat dapat memberi tahu anda tentang jalan-jalan dengan tingkat-tingkat kesulitan yang berbeda-beda.

Sebelum memulai pada sebuah trek, putuskan prioritas anda dan petugas taman nasional akan mencoba membantu anda mewujudkan impian anda — seperti mendaki puncak gunung terpencil atau membangun rakit bambu untuk terapung di sungai dalam hutan, melihat gajah liar atau hanya untuk sekedar mengikuti kata hati dalam keajaiban kedalaman hutan dari tepi Danau Tujuh. Namun ingatlah bahwa wisata alam yang ada di taman nasional masih pada tahap awal pengembangannya. Jalan-jalan setapak tidak ditandai petunjuk arah yang jelas dan anda yang harus menemukan sendiri lokai dan kemudian membersihkannya untuk menjadi lokasi kemah anda.




Dia atas semuanya, hormati cita-cita mulia di balik pendirian Taman Nasional Kerinci Seblat. Kita berhak memasuki taman nasional tetapi juga bertanggung jawab untuk melindungi dan meninggalkan keasliannya bagi orang lain.

Ambilah foto dan tinggalkan jejak kaki tidak yang lain


Pemandu
Untuk semua kegiatan, kecuali beberapa jalan, pemandu setempat sangat diperlukan — dan pengetahuan mereka akan wilayah, binatang-binatangnya, tanaman dan legenda juga akan menambah kenikmatan dan pengertian anda tentang hutan. Jangan memulai mengambil trek di hutan hanya dengan secara kebetulan bertemu dengan orang asing yang ramah di restoran atau hotel yang menawarkan anda melayani pemanduan. Cek dulu identitas mereka, bicaralah dengan kantor taman nasional di Sungai Penuh atau petugas Taman Nasional Kerinci Seblat yang dapat menyarankan pemandu hutan yang layak seperti masyarakat setempat yang sering membantu taman nasional pada waktu senggangnya. Bagaimanapun jangan berharap petugas taman untuk berperan sebagai organisator trek.

Untuk trek ke lokasi terpencil, pemandu hutan akan selalu meminta ada pemandu kedua, porter atau asisten — bagi keamanan mereka dan juga anda. Tingkat bayarannya umumnya menurut hari dan bisa dinegosiasikan dan dimulai dari pagi hari pemberangkatan sampai kembali ke tempat asal. Tingkat bayaran umumnya dalam rupiah setara US$ 6-7 sehari untuk pemandu dan US$ 5-6 sehari untuk porter atau asisten pemandu. Bayaran untuk pemandu yang dapat berbicara Inggris umumnya lebih tinggi . Pengunjung dalm bentuk kelompok harus menegosiasikan terlebih dahulu mengenai bayaran. Selalu selesaikan persetujuan bayaran sebelum memulai trekking, walaupun itu untuk satu hari atau satu minggu. Pengunjung membayar pengeluaran untuk perjalanan dan merupakan hal biasa untuk menyediakan sebungkus rokok, setiap hari untuk pemandu (dan porter). Pengunjung juga menyediakan makanan bagi semua anggota kelompoknya.



Kiat-kiat Penting :
Jangan mencoba menghemat untuk makanan — berjalan di hutan meningkatkan selera makan yang besar. Untuk "trek" yang lama, belilah ikan kering/badai untuk menghemat berat beban (ikan kaleng dan daging lebih berat) dan bawa banyak gula untuk energi. Pemandu setempat akan membutuhkan sambal. Dendeng (daging kering) dan rendang daging lezat dan mudah dibawa serta awet. Pemandu anda akan menyarankan tentang peralatan dan dapat membantu anda berbelanja serta mungkin menyiapkan perkakas masak.
Tenda tidak penting — pemandu anda dapat mendirikan pondok atau naungan dan melapisi dengan lembaran plastik supaya tahan air.
Sepatu kets atau olah raga bukan sepatu yang tepat untuk trekking — sepatu yang menutupi tungkai dan yang memiliki sol beralur dalam (untuk melintasi sungai-sungai hutan dan melalui setapak licin) merupakan jenis yang sesuai.
Bawalah pakaian ganti untuk malam, sandal plastik dan kemeja cadangan. Jas hujan atau ponco sangat penting — ataupun semeter plastik adalah pilihan bagi orang lokal. Baju hangat penting untuk menghabiskan malam di ketinggian 1400 m. Selain itu baju hangat lengan panjang disarankan, karena malam hari di hutan akan menjadi sangat dingin. Kemas semuanya dalam tas plastik untuk menjaga dari siraman hujan.
Bawalah perlengkapan kesehatan yang dibutuhkan, termasuk krim anti-histamin (banyak ulat dan beberapa daun dapat menyebabkan gatal-gatal) dan krim fungisidal. Anti serangga (Deet, autan, dll.) juga berguna untuk menangkal lintah/pacet.
Kompas sangat penting — walaupun saat mengikuti pemandu setempat. Parang atau pisau hutan (belilah dari pasar setempat) akan sangat berguna dan nantinya dapat menjadi suvenir menarik.
Keadaan cuaca di Bukit Barisan membawa hujan yang sering setelah sore hari, cobalah untuk berangkat lebih awal dan tiba di tempat kemah yang anda rencanakan tidak lebih dari pukul 4.30 sore. Ingat untuk membersihkan tempat kemah sebelum pulang, bakar atau kubur semua sampah.
Pekalah terhadap kebiasaan dan kepercayaan setempat. Hal ini untuk pertimbangan ketidaksopanan dan bahkan berbahaya untuk berenang telanjang di sungai-sungai hutan (dapat membuat harimau marah). Tabu lainnya bervariasi dari satu penduduk dengan penduduk lain. Tanyalah apa yang anda boleh dan tidak boleh dilakukan di hutan.

Beberapa Saran Trekking
Satu atau dua hari perjalanan

Informasi tentang perjalanan yang lebih singkat akan ditambahkan di sini secepatnya. Mohon cek kembali.

Trek yang lebih lama

Catatan: Semua perincian trek memerlukan beberapa tingkatan latihan fisik - dan pengunjung harus mendiskusikan rute lainnya dengan pemandu dan penjelajah taman nasional, sebelum memulai. Pengunjung yang tidak biasa berjalan di hutan jangan mengharapkan mencapai lebih dari 1,5-2 km per jam dan harus waspada bahwa jalur jalan adalah jalan setapak kecil, sehingga bantuan pemandu setempat berpengalaman sangat penting.
Lempur-Renah Kemumu-Rantau Kermas. Lima hari di jalan setapak hutan yang biasa digunakan, mudah, hutan dan ladang serta pemukiman Kerinci terpencil di Seramphas. Gua, sumber air panas. Satwa liar termasuk gajah, harimau, tapir, Kura-kura raksasa.
Pos Petugas TNKS: Banko, Lempur.
Lempur/Talang Kemuning-Sungai Ipuh. Empat/lima hari. Perjalanan memutar lewat gunung berapi agak aktif Gunung Kunyit atau Gunung Belerang untuk sumber air panas, ladang sulfur. Hutan perbukitan dan dataran rendah.
Pos petugas TNKS: Lempur.
Palompek-Danau Tujuh-Tandai (atau sebaliknya): Enam hari. Hutan pegunungan di atas Danau Gunung Tujuh, (siamang pegunungan yang langka) lalu menurun melalui hutan lebat ke bekas pembalakan hutan perbukitan dataran rendah di Tandai. Kehidupan liar meliputi harimau, tapir, beruang, burung yang luar biasa. Raflesia dan banyak anggrek di musim penghujan.
Pos petugas TNKS: Palompek. Sikinjang (Padang Aro).
Tanjung Genting-Sungai Penuh/Muara Sako. Tiga/empat hari. Utamanya hutan dataran tinggi, sepanjang lereng gunung sekitar Lembah Kerinci. Air terjun, hutan lumut (Gunung Mesjid) air panas. Tapir, beruang, harimau. Banyak siamang. Juga mungkin untuk trek dari Tanjung Genting ke Air Haji atau Inderapura di pesisir Sumatera Barat (tambah dua hari).
Pos petugas TNKS: Tapan.
Pungut-Renah Permatik-Pelompek (atau sebaliknya): Tiga hari perjalanan mudah melalui pemukiman pertanian tradisional dan hutan. Pemandangan yang indah. Untuk trek yang lebih lama, pengamat burung dan binatang harus mengarah ke hutan perbukitan yang bagus pada lereng Gunung Pata tiga.
Pos petugas TNKS terdekat : Pungut Muduk.
Tarutung (Kerinci) - Air Liki - Sungai Manau. Lebih dari empat hari. Masih jalan setapak yang biasa digunakan dari dekat Danau Kerinci ke pemukiman hutan terpencil di Air Liki. Dari sini menggunakan sampan atau rakit bambu mengalir ke bawah ke Sungai Manao — dan sampai sejauh Banko.
Pos petugas TNKS terdekat: Tamaie
Muara Aman-Ketenong-Seblat-Madras. Empat hari utamanya hutan dataran rendah perbukitan primer. Sumber air panas, harimau, badak, Raflesia.
Tapus-Rejang Lebong-Sarolangun. Lima/enam hari. Banyak gua (burung layang-layang dan kelelawar), harimau, beruang, tapir. Berharaplah bertemu masyarakat Kubu (Suku Dalam), pemburu-pengumpul yang nomaden di dalam hutan.